KeIstimewaan bulan Dzulhijjah 10 hari diawal

Memasuki bulan Dzulhijjah menurut penanggalan Hijriah maka hari raya Idul Adha sudah dekat yakni 10 Dzulhijjah juga semakin dekat. Mari kita telaah KeIstimewaan  bulan Dzulhijjah 10 hari diawal


Di penanggalan masehi tahun ini jatuh tepat pada tanggal 22 Agustus 2018. menurut Info Kalender tsb.
Kendati demikian, kepastian penetapan hari raya Idul Adha 1439 H masih menunggu sidang isbat yang akan dilakukan oleh Kementerian Agama.

Hari raya Idul Adha juga dikenal dengan hari raya Haji. Pasalnya, di saat yang sama, kaum muslimin yang tengah melaksanakan ibadah haji sedang menjalankan rukun haji yang utama yaitu wukuf di Arafah.

Idul Adha pun dikenal sebagai hari raya kurban karena saat itu mana- mana umat muslim mendekatkan diri kepada Allah Aza Wajalla dengan melaksanakan kurban. 

Menjelang perayaan Idul Adha ada beberapa sunnah yang bisa dilakukan di bulan Dzulhijjah Yakni sesuai Riwayat HR Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Baihaqi;

Tidak ada hari-hari yang lebih disukai Allah untuk digunakan beribadah sebagaimana halnya hari-hari sepuluh Dzulhijjah."

Berpuasa pada siang harinya sama dengan berpuasa selama satu tahun dan salat pada malam harinya sama nilainya dengan mengerjakan salat pada malam lailatul qadar.

Ketika bulan Dzulhijjah tiba, umat muslim mulai dapat melaksanakan puasa Dzulhijjah. Dimulai sejak tanggal 1 Dzulhijjah hingga 7 Dzulhijjah.

Adapun keutamaan Puasa Dzulhijjah setiap harinya berbeda-beda;

Tanggal 1 Dzulhijjah Allah mengampuni Nabi Adam AS di Arafah, maka yang berpuasa di hari itu akan diampuni dosa-dosanya.

Tanggal 2 Dzulhijjah Allah mengabulkan doa Nabi Yunus AS dan mengeluarkannya dari perut ikan nun, maka orang yang berpuasa di hari itu sama seperti beribadah dan berpuasa satu tahun tanpa maksiat.

Tanggal 3 Dzulhijjah Allah mengabulkan doa Nabi Zakariya AS, maka orang yang berpuasa di hari itu akan dikabulkan doanya.

Tanggal 4 Dzulhijjah Nabi Isa AS dilahirkan, maka orang yang berpuasa di hari itu akan dihilangkan kesusahan dan dikumpulkan bersama orang mulia di hari kiamat.

Tanggal 5 Dzulhijjah Nabi Musa AS dilahirkan dan dimuliakan munajatnya, maka orang yang berpuasa di hari itu akan terlepas dari sifat munafik dan siksa kubur.

Tanggal 6 Dzulhijjah Allah membukakan pintu kebaikan semua nabi, maka orang yang berpuasa di hari itu akan dipandang Allah dengan penuh rahmat dan kasih sayang.

Tanggal 7 Dzulhijjah Pintu neraka jahanam dikunci dan tidak akan dibuka sebelum berakhir pada 10 Dzulhijjah, maka orang yang berpuasa di hari itu akan dihindarkan dari 30 pintu kemelaratan dan kesukaran dan dibukakan 30 pintu kemudahan untuknya.


Ada beberapa hari khusus di bulan Dzulhijjah. Hari-hari khsusus ini memiliki nama khusus, diantaranya adalah: 

Hari tarwiyah [arab: التروية ] : tanggal 8 Dzulhijjah. Disebut hari tarwiyah, dari kata irtawa – yartawi [arab: ارتوى – يرتوي ], yang artinya banyak minum.
Karena pada hari ini, masyarakat banyak minum dan membawa air untuk perbekalan hari setelahnya. Ada juga yang mengatakan, tarwiyah dari kata ar-rawiyah [arab: الرَّوِيَّةُ ], yang artinya berfikir atau merenung.
Disebut tarwiyah, karena pada tanggal 8 Dzulhijjah, Nabi Ibrahim ‘alaihis salam berfikir dan merenungkan isi mimpinya. (Al Qamus Al Muhit, kata: ra-wi-ya).
Keistimewaan puasa Tarwiyah adalah menghapus dosa yang dibuat tahun lalu. Adapun, niat puasa Tarwiyah

Hari arafah [arab: عرفة ] : tanggal 9 Dzulhijjah. Disebut hari ‘arafah, karena pada tanggal ini, jamaah haji melakukan wukuf di ‘arafah. (Al Mu’jam Al Wasith, kata: ‘arafah). Dengan demikian, hadis yang menyebutkan anjuran berpuasa ‘arafah adalah puasa di tanggal 9 Dzulhijjah.
Di mana kaum Muslimin yang tengah melaksanakan ibadah haji sedang menunaikan wukuf di Arafah. Untuk mengimbangi mereka, umat muslim yang tidak melaksanakan ibadah haji dianjurkan untuk berpuasa.

Keutamaan puasa Arafah sungguh istimewa.
Yakni, dihapuskan segala dosa selama satu tahun yang lalu, dan setahun yang akan datang dijaga Allah untuk tidak berbuat dosa atau maksiat.

Hari An Nahr [arab: النحر :menyembelih) : tanggal 10 Dzulhijjah. Kata An Nahr secara bahasa artinya menyembelih binatang di bagian pangkal lehernya (tempat kalung). Ini merupakan cara yang digunakan dalam menyembelih onta. Karena onta terlalu sulit untuk disembelih di bagian ujung leher. Disebut hari Nahr, karena pada hari ini banyak orang yang menyembelih onta qurban. (Al-Qamus Al Muhit, kata: An Nahr)


Namun tidak di bolehkan puasa hanya di tanggal 8 Dzulhijjah, selain hadis palsu yang menyatakan:
وله بصوم يوم التروية سنة “

Orang yang berpuasa pada hari tarwiyah maka baginya pahala puasa satu tahun.” Imam Ibnul Jauzi menegaskan bahwa hadis ini hadis palsu (Al Maudhu’at 2/198). Demikian pula As Suyuthi dalam Al Lali’ Al Masnu’ah, 2/107

Puasa di bulan Dzulhijjah dianjurkan dilakukan bagi kaum Muslimin yang tidak melaksanakan ibadah haji.


Sementara bagi mereka yang sedang berhaji, haram hukumnya untuk melaksanakan puasa sunnah di bulan Dzulhijjah. Dimulai sejak tanggal 1 Dzulhijjah hingga 7 Dzulhijjah.



Pada 10 hari di awal bulan Dzulhijjah, yakni mulai 13 Agustus 2018 hingga 22 Agustus 2018, dikenal sebagai har-hari emas sepanjang tahun 2018. Bahkan 10 hari itu menjadi hari yang mengalahkan 10 hari terakhir di bulan Ramadan.


Niat puasa Dzulhijjah
"Nawaitu shauma syahri dhilhijjati sunnatan lillahi ta’ala." 
Artinya, "Saya niat puasa sunah bulan Dzulhijjah karena Allah Azza Wa jalla"
KeIstimewaan bulan Dzulhijjah 10 hari diawal.


Nara sumber;
www.muslimah.or.id/2445-bulan-dzulhijah.html


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Instagram