MENANG ... TAPI KALAH


MENAAANG...  TAPI KALAH ...
(prilaku Psikofat Psikhis, BP **)

Cerita  ini, cocok untuk peringatan kita semuanya...
Kalau berselisih dengan klien,
walaupun kita menang...
klien tetap akan lari...

Kalau berselisih dengan rekan sekerja, Walaupun kita menang...
Tiada lagi semangat bekerja dalam tim...

Kalau kita berselisih dengan BOSS, Walaupun kita menang...
Tiada lagi masa depan di tempat itu...

Kalau berselisih dengan teman...
Walaupun kita menang...
Yang pasti kita akan kekurangan teman...

Kalau kita berselisih dengan keluarga... Walaupun kita menang...
Hubungan kekeluargaan akan renggang...

Kalau berselisih dengan pasangan... Walaupun kita menang...
Perasaan sayang pasti akan berkurang...

Kalau kita berselisih dengan siapapun... Walaupun kita menang...
Kita tetap kalah...
Yang menang, hanya ego diri sendiri... Yang tinggi dan naik adalah emosi...
Yang jatuh adalah citra dan jati diri kita...

Tidak ada artinya kita menang dalam perselisihan...
Apabila kita menerima teguran,
tidak usah terus melenting atau berkelit, bersyukurlah,..
masih ada yang mau menegur kesalahan kita...

Berarti masih ada orang yang memperhatikan kita...

Ini pelajaran juga ;

Lelaki lemah itu hanya bisa duduk... dikelilingi oleh orang-orang, kemudian dia berkata;
“Aku hendak menanyakan sesuatu kepada kalian..
Aku adalah tamu kalian, benarkan?”

“Iya…” jawab orang-orang itu

“Apakah kalian menyayangi aku dalam kondisi seperti ini?” [Hanya duduk tak berdaya] tanya lelaki itu...

Semua orang diam membisu..
kemudian ia ulangi lagi
“Apakah kalian menyayangiku dalam kondisi seperti ini…”…

Lalu orang-orang melihatnya, dan mengatakan;
“Ya… kami menyayangimu saudaraku..” Keadaan semakin lengang… lelaki itu melihati kesatu persatu orang disekelilingnya..

“Dan aku, Demi Allah, Dialah yng menjadi saksiku... "Aku juga menyayangi kalian"... tetapi mungkin orang berbeda pemahaman tentang cinta Aku kepada kalian atau cintanya kalian kepada Aku.
"Kemudian semuanya menjadi tambah hening…
“Oh, ya.. aku ingin menanyai kalian lagi…… Apakah kalian mencintai Allah?” Tanya lelaki ini…
“Iya, kami mencintai-Nya..” jawab mereka.. Kemudian lelaki ini mengatakan;
Tentu semua orang akan mencintaiNYA, benarkan? Tidak ada yang menyangkalnya…??

Aku bertanya kepada kalian; Demi Allah..untuk" siapapun yang mencintai Allah" ... dengarlah ucapanku!!

Jika kalian mencintai Allah, angkatlah tanganmu..
Jika kalian mencintai Allah, angkatlah tanganmu!!”
Semua orangpun mengangkat tangannya… “Allahu Akbar….” ucap lelaki itu dengan lirihnya…
“Semua orang sudah mengangkat tangannya karena cinta kepada Allah… jazakumullah khairan [Semoga Allah memberi kalian balasan kebaikan] Allah telah menyaksikan kalian, dan melihat cinta dalam hati kalian sebelum tangan-tangan kalian... (maksudnya?)

Tetapi.. Apakah kalian tidak melihat sesuatu yang mengganjal?”
Semuanya masih terdiam tanda tanya..
lalu lelaki ini melanjutkan,
“Apakah kalian tidak melihat sesuatu?
coba lihatlah Aku !!

Semua yang telah mengangkat tangan,... benarkan?
Tetapi… Apakah aku bisa mengangkat tanganku?”
Kemudian lelaki ini terisak-isak…
“Aku tadi menanyakan kalian Jika kalian mencintai Allah angkatnya tanganmu’. Tetapi Aku tidak bisa mengangkat tanganku..
Apakah aku berarti tidak mencintai-Nya? Menangislah lelaki ini bersama dengan orang-orang sekelilingnya…

“Tahukah kalian siapa yang yang mencegahku tidak bisa mengangkat tangan ini? Dialah Allah yang mencegahku mengangkat tangan, dan
Dia-lah juga yang membuat kalian bisa mengangkat itu!! (Masih banyak yang tak paham, tertegun??)

Tahukah kalian, dulu waktu aku sehat menggunakan tangan ini untuk kemaksiatan dan kenakalan.
Hingga Allah menghukumku, dan aku terkena musibah seperti ini...
Aku lumpuh total, dan tangankupun tidak bisa ku gerakkan apalagi mengangkat tangan…

Apakah kalian mau menunggu tangan kalian sepertiku?
Gunakanlah tangan Anda ini untuk kebaikan, selagi Allah azza wa jjala masih memberi kesehatan dan mengizinkan tangan Anda untuk melakukan aktifitas…..

Teringat sekian waktu...
Sebelum lumpuh total lelaki itu dulu remaja bandel, pernah suatu kali oleh orang tuanya melarang merokok (selain belum punya penghasilan, perokok pasif lebih berbahaya!!), tapi dia tetap merokok dan ketahuan.
Ketika di tanyai orang tua, dia malah membentak dengan nada tinggi...
“Demi Allah aku tidak merokok”( jawab lelaki itu).

Lalu terlepas do'a dari ayahnya
Dengan kata; “Jika kamu berdusta, semoga Allah mematahkan lehermu.”

Suatu hari ketika dia berenang bersama teman-teman di laut. Selesai berenang di laut, mereka pergi ke kolam renang dekat pantai. Kolam renang masih dalam keadaan tertutup. Mereka memanjat pagar dan masuk ke kolam renang.
Astagfirullah setelah masuk ke air dia tidak muncul beberapa menit, teman-temannya bingung. Setelah diangkat dia dalam keadaan lemas, dan sekarat…
Lalu dia dibawa ke RS. King Fahd, dan diagnosa lumpuh total…

Baca juga ;
- Katagori kemasan
- Pribadi Bersahaja

Kupasan Ayat;

ٱلَّذِينَ عَٰهَدتَّ مِنْهُمْ ثُمَّ يَنقُضُون

َ عَهْدَهُمْ فِى كُلِّ مَرَّةٍ وَهُمْ لَا يَتَّقُونَ ﴿٥٦﴾

"(Yaitu orang-orang yang terikat perjanjian dengan kamu, kemudian setiap kali berjanji mereka mengkhianati janjinya, sedang mereka tidak takut (kepada Allah)."
(Q.S.8:56)

فَأَعْقَبَهُمْ نِفَاقًا فِى قُلُوبِهِمْ إِلَىٰ يَوْمِ يَلْقَوْنَهُۥ بِمَآ
أَخْلَفُوا۟ ٱللَّهَ مَا وَعَدُوهُ وَبِمَا كَانُوا۟ يَكْذِبُونَ ﴿٧٧﴾

"Maka Allah menanamkan kemunafikan
dalam hati mereka sampai pada waktu mereka menemui-Nya, karena mereka telah mengingkari janji yang telah mereka ikrarkan kepada-Nya dan (juga) karena mereka selalu berdusta." (Q.S.9:77)

إِنَّ ٱلَّذِينَ يَشْتَرُونَ بِعَهْدِ ٱللَّهِ وَأَيْمَٰنِهِمْ ثَمَنًا قَلِيلًا أُو۟لَٰٓئِكَ لَا خَلَٰقَ لَهُمْ فِى ٱلْءَاخِرَةِ وَلَا يُكَلِّمُهُمُ ٱللَّهُ وَلَا يَنظُرُ إِلَيْهِمْ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ وَلَا يُزَكِّيهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ ﴿٧٧﴾

"Sesungguhnya orang-orang yang memperjualbelikan janji Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga murah, mereka itu tidak memperoleh bagian di akhirat, Allah tidak akan menyapa mereka, tidak akan memperhatikan mereka pada hari Kiamat, dan tidak akan menyucikan mereka.
"Bagi mereka azab yang pedih."
Inikah walau "MENANG tapi KALAH"?
(Q.S.3:77)

Jagalah selalu kekompakan dalam kebersamaan...
Jagalah lisan, perbuatan dan tulisan agar tidak ada hati yang tersakiti.

Semoga kita semua selalu dapat menjaga Ego dan Emosi,
Jauhkan diri mengakali .Âpalagi menipu? Dan selalu menjadi manusia yang pandai bersyukur...

*Selamat pagi #SahabatSejati

Nara sumber ;
Kajian AL QUR'AN dan,
dari Kisah nyata di- madinah.com
An.*Abdullah Bani’mah
Ditulis oleh Abu Muhammad Azzam


Titra NOKA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Instagram

close
Banner iklan disini