Bersalaman dalam kebaikan




Sebentar lagi kita tarawih arti bertambah ritual sholat kita selain yang wajib 5 waktu
dan akanabdol dilakukan dimesjid

Terkadang kita baru sampai sudah riuh canda anak-anak bahkan remaja. Biarkan mereka??
tegurlah dengan penuh kasih sayang supaya mereka menghargai mesjid

Jika sudah waktunya ajarkan mereka menikmati khusuknya Sholat dan tak kalah penting adalah setelah
 sholat bersalamanan untuk lebih mengikat tali silahturahmi.

Bersalaman setelah shalat memang tidak di syariatkan, karena sesungguhnya bersalaman itu di sunnahkan ketika bertemu.

Namun, janganlah kita ribut setelah shalat karena meributkan saudara kita yang melakukannya sehabis shalat. Syaikh Abdul Halim Mahmud menggolongkan salaman setelah shalat sebagai bid’ah mubahah (bidah yang diperbolehkan) dalam bukunya syarh Ushul Isyrin.

Bagi kita yang suka bersalaman setelah shalat, hendaknya melihat keadaan orang yang akan kita ajak bermushafahah. Jika ia sedang berdoa, maka sebaiknya jangan kita sodorkan tangan kita kepadanya, karena akan menganggu kekhusyuannya dalam berdoa.

Setiap perbuatan baik itu ada tempat dan waktu yang cocok untuknya agar kebaikannya tidak ternodai.

Sebagai contoh, kita tidak dibenarkan membaca Alquran dengan keras jika ada saudara kita yang sedang shalat atau tidur karena itu akan menganggunya.

Dalam kitab Al Adzkar, Imam Nawawi melarang mengucapkan salam jika kita telat dalam menghadiri sebuah majelis, karena itu akan menganggu kekhusyuan mereka dalam menuntut ilmu.
Kita juga tidak dibenarkan mencium hajad aswad dengan cara menyikut kiri dan kanan, karena ibadah itu tidak boleh mengganggu.

Bisa jadi salaman setelah shalat hilang karena himbauan kita, lalu akibatnya jamaah jadi tidak mau berjamaah. Bukankah Nabi SAW tidak langsung menghancurkan patung di sekeliling kabah di awal-awal dakwahnya, seraya berkata Andai saja umatku tidak baru dengan kemusyrikannya, pasti aku akan hancurkan kabah ini”.

Seorang muslim boleh saja membicarakan permasalahan khilafiyah namun tetap dengan perasaan saling mencintai satu dengan yang lain bukan dengan semangat permusuhan dan perdebatan yang tidak berujung. Nabi SAW bersabda: “Siapa yang meninggalkan debat kusir walaupun ia benar, maka Allah SWT akan sediakan rumah di tepi surga”.
Bersalaman dalam kebaikkan HAKIKI


Nara sumber inspirasi : ceramah Ustadz Faizah

Titra NOKA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Instagram