WAKTU SHOLAT GERHANA MATAHARI [KUSUF] 2016



Kepala Badan Pelaksana dan Pengelola Masjid Istiqlal (BPPMI), Muzzammil Basyuni menjelaskan bahwa pada Rabu (9/3/2016) pagi, Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin akan ikut melaksanakan salat gerhana di Masjid Istiqlal, Jakarta.

"Insya Allah besok bapak Menteri hadir. Selain beliau, mungkin masih ada beberapa tamu dari delegasi OKI juga akan hadir.

Adapun pelaksanaan salat Gerhana Matahari (Kusuf) di masjid Istiqlal akan dimulai pada pukul 06.00 WIB hingga pukul 08.30 WIB

Tata cara shalat gerhana ;

 
-sama seperti shalat biasa dan bacaannya pun sama-, urutannya sebagai berikut;


[1] Berniat di dalam hati dan tidak dilafadzkan karena melafadzkan niat termasuk perkara yang tidak ada tuntunannya dari Nabi kita shallallahu ’alaihi wa sallam dan beliau shallallahu ’alaihi wa sallam juga tidak pernah mengajarkannya lafadz niat pada shalat tertentu kepada para sahabatnya.


[2] Takbiratul ihram yaitu bertakbir sebagaimana shalat biasa.


[3] Membaca do’a istiftah dan berta’awudz, kemudian membaca surat Al Fatihah dan membaca surat yang panjang (seperti surat Al Baqarah) sambil dijaherkan (dikeraskan suaranya, bukan lirih) sebagaimana terdapat dalam hadits Aisyah:
جَهَرَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – فِى صَلاَةِ الْخُسُوفِ بِقِرَاءَتِهِ
”Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam menjaherkan bacaannya ketika shalat gerhana.”
(HR. Bukhari no. 1065 dan Muslim no. 901)

[4] Kemudian ruku’ sambil memanjangkannya.

[5] Kemudian bangkit dari ruku’ (i’tidal) sambil mengucapkan ’SAMI’ALLAHU LIMAN HAMIDAH, RABBANA WA LAKAL HAMD’

[6] Setelah i’tidal ini tidak langsung sujud, namun dilanjutkan dengan membaca surat Al Fatihah dan surat yang panjang. Berdiri yang kedua ini lebih singkat dari yang pertama.


lihat detailnya :

 BINCANG TENTANG GERHANA MATAHARI 2016

                                             DALAM HIDUP TAK ADA YANG KEBETULAN
 
[7] Kemudian ruku’ kembali (ruku’ kedua) yang panjangnya lebih pendek dari ruku’ sebelumnya.

[8] Kemudian bangkit dari ruku’ (i’tidal).

[9] Kemudian sujud yang panjangnya sebagaimana ruku’, lalu duduk di antara dua sujud kemudian sujud kembali.

[10] Kemudian bangkit dari sujud lalu mengerjakan raka’at kedua sebagaimana raka’at pertama hanya saja bacaan dan gerakan-gerakannya lebih singkat dari sebelumnya.

[11] Tasyahud.

[12] Salam.
 http://www.kemenag.go.id/index.php?a=berita&id=339772


Terima kasih sahabat yang telah membaca tulisan ini.
Mari kita bersama mengisi kebaikan yang Allah SWT telah berikan , Andil kita dalam fenomena alam ini sebagai hamba yang menSYUKURI nikmatNYA. Aamiin Yarobbal Allamiin .


wassalamu'alaikum wr wb




Nara sumber ;

ALQUR'AN dan HADIST

ALL MEDIA ; KEMENTRIAN AGAMA RI, SINDO NEWS, DETIK.COM, MERDEKA.COM , 


Titra NOKA

Instagram